Tak kenal maka tak sayang, kalimat tersebut memang bukan sekedar manis di bibir. Hal ini saya alami: ketika suatu hari, saya akan membuat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Bermula dari Kepala Desa untuk meminta surat pengantar. Ketika surat keterangan dari desa sudah saya dapatkan, perjalanan saya lanjutkan ke kantor kecamatan. sesampai di kantor kecamatan, ada beberapa orang yang memiliki kepentingan sama dengan saya.
Satu, dua dan seterusnya mulai meninggalkan kantor kecamatan karena sudah jadi apa yang dia harapkan. Tetapi tidak hanya meninggalkan tempat sambil membawa kertas yang sudah dibubuhi tanda tangan serta stempel tanda sah, mereka juga meninggalkan uang. kalau saya lihat uang yang ditinggal dan masuk kekantong petugas jaga,tidak seberapa banyak. Beberapa lembar uang ribuan, mungkin sepuluh ribu kembali. Kalau dilihat dari raut wajahnya mereka sebenarnya tak mau meninggalkan uang tersebut, dikarenakan sudah terbiasa dan apabila tidak begitu maka petugas akan menegur.
Tiba giliran saya, kertas yang saya dapatkan dari Kepala Desa, saya sodorkan ke petugas untuk dibubuhi tanda tangan dan stempel. Hal tersebur sama dengan apa yang dilakukan orang-orang yang mendahului saya. Tetapi ada satu perbedaan yakni ketika tangan saya merogoh saku untuk mengeluarkan uang, tiba-tiba muncul kalimat dari petugas "bawah saja dan langsung ke Kantor Polisi".
Dalam hatiku bertanya-tanta "kenapa ya saya kok tidak dimintai uang". Unek-unek dalam hati saya bawa sampai Kantor Polisi Sektor kecamatan, hal ini pun sama untuk meminta keterangan bahwa saya tidak pernah terlibat kriminal. Sesampai di Kantor polisi, ada petugas dan langsung nerocos (bicara) "ada keperluan apa mas". Dengan sedikit agak bimbang, karena takut wajah penjaga seram saya menjawab "mau ngurus surat SKCK pak". Dengan cepat seperti anjing penjaga rumah mengonggong ketika ada orang asing datang "Langsung ke bagian kriminal mas". Kaki saya melangkah ke bagian kriminal dan menyodorkan surat yang sudah dibubuhi tanda tangan Pak Camat dan juga stempel tandah sah "ini Bu, saya mau minta SKCK". Tanpa basa-basi langsung diambil sambil memberi teguran "jangan pake' sandal jepit mas ya". Saya tidak peduli, lansung saya tempatkan tubuhku yang agak kecape'an di kursi tunggu.
Tiba-tiba ada dua orang cewek dan sepertinya keperluannya sama seperti saya. Mata saya tak bisa diam ketika ada cewek apalagi cantik. Tetapi ada yang berbeda dalam penyambutan yang dilakukan oleh petugas penjaga. Tampak senyum dan ramah bukan seperti anjing penjaga lagi. Kedua perempuan itupun masuk dan memasukkan berkas sama seperti saya ke petugas dalam ruang cacatan kriminal. Hampir setengah jam saya menunggu belum juga selesai. Rasa bosan agak terhibur sebab ada cewek cantik dua yang bisa dilihat tapi sayangnya tidak ada kesempatan untuk berkenalan sebab petugas yang menyambutnya masuk tadi mengajaknya berbincang-bincang.
Tak lama kemudian ada tiga orang masuk. Satu cewek, dua laki-laki, tanpa basa-basi langsung masuk keruangan yang sama dengan saya masuki. Lalu yang dua keluar dan yang dua duduk di samping saya. Pertanyaan muncul dari mulut saya "ngurus apa mas", jawabnya sedikit lambat "ngurus SKCK mas". Beberapa menit kemudian yang masuk kedalam ruangan catatan kriminal keluar dengan senyum-senyum kecil. Di ajaknya temannya "ayo! pulang sudah selesai. saya menjadi marah dalam hati mengerutu "saya yang datang duluan tidak diselesaikan lebih awal". Lalu dipanggilnya kedua perempuan yang sedang asik tertawa sama petugas yang jaga di depan. saya mengintip, mereka mengeluarkan uang untuk petugas yang ada di dalam ruangan kira-kira ribuan yang dihitungnya lebih awal jumlahnya sepuluh sebelum dikasihkan petugas. Lalu nama saya dipanggil, perasaan jenuh hilang senang sudah selesai. saya pun sama harus menyerahkan uang karena dimintak oleh petugas yang jaga.
Sambil perjalanan pulang saya teringat kejadian di Kantor Kecamatan dan saya hubungkan dengan kejadiaan di Kantor Polisi tadi. "kenapa ya kok bisa begitu" saya mencari jawabannya. Tiba-tiba ada kuncinya biar cepat dalam mendapatkan pelayanan petugas dan tidak bayar adalah harus kenal. Di kantor kecamatan rata-rata kenal saya semua, sebab rumah saya dekat dengan kantor kecamatan dan rata-rata kalau makan siang warung Ibu saya. Kalau sikap penjaga ke saya dan kedua perempuan tadi, ya wajarlah saya laki-laki petugasnya laki-laki dan mungkin biar kelihatan kalau gagah dan menakutkan, kalau sikap ke perempuan dengan senyum, ya sapa tau habis itu bisa di ajak makan bareng entah dimana. Sedangakan cepatnya selesai ketiga orang tersebut mungkin seperti saya diperlakukan dikacamatan.
Catatan: Kalau mau berurusan dengan petugas pemerintah harus kenalan dulu dan baik-baik pada mereka. Bagi kalian yang cowok kalau mau berurusan dengan polisi ajak ade' atau kaka' perempuan yang cantik kalau nggak punya teman juga boleh agar tidak bertemu anjing penjaga rumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar