Senin, 02 Januari 2012

Kalaborasi Kunto Hartono dengan Antok Yunus menyanyikan lagu "Kugadaikan Cintaku" dari Gomblo.

Oleh: Denny Mizhar


Awalnya saya hendak istirahat dalam kamar pada pergantian tahun kali ini. tetapi kawan Vania memberi tawaran komunitas Muni Sore Malang dapat undangan main. Denggan beberapa pertimbangan, tawaran untuk main dibatalkan. Muni Sore Malang adalah komunitas cair yang terdiri kelompok musik, kelompok sastra yang sering berkumpul tiap minggu sore di ruang terbuka di kota Malang: alun-laun Kota, alun-alun bundar, hutan kota "malabar", dan stasiun kota. Karena tawaran main batal, maka kembali keniat awal istirahat di dalam kamar, tetapi tiba-tiba kawan Redy Eko Prasetya Leader dari kelompok musik Artmoschestra mengajak untuk mengahadiri undangan acara musik rock legend. Saya pun menghubungi Antok Yunus gitaris dari kelompok musik SWARA dan Ragil Sukriwul penyair yang bukunya hendak terbit dengan judul Avontur.
Kami berkumpul di Art Rock Cafe, salah satu tempat yang biasa kami gunakan untuk nongrong. Art Rock cafe adalah tempat ngumpulnya musisi Malang, yang didirikan oleh Arif drumer. Pada suatu waktu ketika ada acara live musik dari kelompok musik indie, Arif perna mengutarakan pendapatnya tentang tempat yang dibuatnya adalah "menjembatani industri musik di malang yang stagnan. Berharap dari dari berkumpul di art rock cafe akan ada album indie, membuat strieming yang bisa di kirim keluar kota hingga kota lain dapat menikmati musik dari kota Malang dan art rock lebih pada pergerakan musik dengan cara kerja bareng untuk menghidupkan musik di kota Malang, Art Rock adalah lapak tempat berapresiasi di dunia musik, art rock juga milik bersama". Meski art rock tempatnya apresiasi musik, teman-teman sastra pernah membuat event di tempat tersebut. 
Tetapi tidak langsung berangkat, masih menunggu Redy yang belum datang. Kami: saya, Arif, Jemblung, Antok, Ragil berbincang mengobrolkan Kunto yang sudah sejak hari selasa mengebuk drum di balai kota. Dan kami pun berharap, yang dilakukan Kunto berhasil karena kurang sedikit lagi. 
Saat itu hujan, Redy pun datang dan kami berangkat ke Swimingpool Permata Jingga salah satu perumahan Elit di Kota Malang. Setiba di sana, Wahyu Aves menghubungi Redy bahwa ia sedang di Kedai Sinau tetapi tutup. Kedai Sinau adalah salah satu toko buku dan warung kopi tempat biasa kami juga berkumpul untuk diskusi sastra. Oh, ya tak hanya sastra, sosial, budaya dan politik juga, bahkan di hari Minggu malam pukul 19.00 ada acara musikkan. Akhirnya Ragil yang menjemput Wahyu Aves. Di Swimingpoll kami bertemu musisi-musisi Rock Malang. Acara yang bertitel "Battel of Giants" a tribute to: Genesis & Dream Theater" meriah, meski hujan rintik-rintik masih saja menyapa Swimingpool Peramata Jingga.
Setelah menamatkan tahun 2011 di acara "Battel of Giants" a tribute to: Genesis & Dream Theater" di Swimingpoll Permata Jingga yang diselenggarakan oleh Komunitas Pecinta Kajoetangan dan Galeri Malang Bernyanyi. Kami (Antok Yunus, Denny Mizhar, Redy Eko Prasetyo, Ragil Sukriwul dan Wahyu Aves)  mencari warung kopi. Akhirnya kami ngopi di warung Pak Poor yang biasa digunakan nongkrong anak-anak komunitas OI Malang. Ada beberapa teman OI juga di warung Pak Poor, kami ngobrol tentang seputar dunia kesenian. Tak lama kemudian Ugik Arbanat pemain biola juga datang setelah menidurkan anak-anaknya. Hinggal pukul 03.00 WIB, akhirnya kami mengunjungi Kunto yang hendak memecahkan rekor dunia memukul drume 121 jam.
Kami, berbincang tentang semangat Kunto dan hal-hal yang terjadi mengenainya di terop sebelah panggung Kunto menggebuk drumnya. Tampak Kunto di panggung kelelahan, sesekali matanya hendak terpejam tetapi tak sampai berhenti, sempat beranjak dari kursi drumnya tetapi seketika itu kembali lagi.Wajah tegang di sekitar kami ada Pandu OI dan beberapa kawan OI juga di samping kami tampak wajahnya tegang, karena tinggal beberajam lagi rekor terpecahkan oleh Kunto. Kira-kira, tepat pukul 05.00 Antok Yunus berjalan mendekati panggung untuk mengisi main gitar. Kunto pun menyambut dengan senyum dan menyapa "lah iki" entah apa maksudnya, atau mungkin mereka sebelumnya telah mengenal. Gitar yang berwarna merah di pegang oleh Antok Yunus. Kebiasaannya hanya memainkan gitar, jarang sekali mau menyanyi, entah kenapa akhirnya Antok Yunus pun menyanyi lagu dari Gomblo yang berjudul "Kugadaikan Cintamu" (Kata banyak orang Antok Yunus mirip Gombloh). Saya pun mengabil kamera untuk merekam dan memotret, tiba-tiba kawan Ragil meminta kamera yang saya pegang. Ragil mengambilnya dari tempat lebih dekat dan saya pun ikut naik ke panggung.
Hawa segar kota Malang menjelang pagi, dan Kunto yang sedari pukul 03.00 pas kedatangan kami tampak kehilangan energi tiba-tiba tersenyum ceria dan bareng Antok Yunus menyanyi. Hingga beralih lagi ke gendre Reagge dengan lagu dari Mbah Surip yang berjudul "Tak Gendong" setelah itu dilanjutkan lagu-lagu dangdut atas permintaan Kunto. Pada akhir genjrengan Antok Yunus yang membawakan lagu Bongkar dari Iwan Fals, saya sempat membaca puisi dari W.S Rendra yang berjudul "Serenada Hijau".  
Matahari hendak menyapa kota Malang, dan kira-kira pukul 06.00 pembawa acara mengabarkan bahwa Kunto telah memecahkan rekor dunia menurut hitungan Guinness World Records akan tetapi menurut hitungan manual masih harus sampai pukul 21.00. Kunto melanjutkan menggebuk drumnya dan kami melanjutkan jalan menuju ruang singgah kami masing-masing untuk istirahat karena semalaman tidak tidur. 
Esoknya, saya membaca berita bahwa Kunto kelelahan dan tak sampai pukul 21.00 untuk menggebuk drumnya. 

Malang, 1- 2 Januari 2012. 

Selasa, 19 Juli 2011

MENCARI MAKNA HIDUP DIBALIK PENDERITAAN CINTA



Judul Buku : Derita Cinta Tak Terbalas
Pengarang  : Iriana Stephanie
Penerbit     : Jalasutra, Yogyakarta dan Bandung
Tahun terbit : 2005 Akhir
Tebal Halaman : xxiv + 164 Hlm;15x21cm


Cinta tidak pernah lepas dari kehidupan manusia dan selalu asik untuk dibicarakan dan dijalani. Kerena cinta adalah fitra manusia yang perlu diluapkan.  Sehingga banyak sekali cerita-ceritatentang cinta yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dan setiap pengalaman manusia satu dan yang lainya berbeda dalam mengartikan cinta. Hal tersebut terjadi karena manusia memiliki pengalaman batin yang berbeda akan makna  cinta.


Ada yang bilang bahwa cinta itu indah dalam  hubungan antara laki-laki dan perempuan di karenakan apa yang mereka harapkan terpenuhi lain lagi dengan seorang pecinta yangmengartikan bahwa cinta adalah penderitaan hal ini disebabkan apa yang diharapkan dari pecinta tidak terpenuhi. Dalam buku ini yang akan dibahas bukanlah pengalaman keindahan akan cintaakan tetapi penderitan bagi para pecinta dan bagaimana bisa keluar dari deritanya.Sehingga orang yang mengalami penderitaan terkadang terperosok dalam lubang hitam yang dalam, ketika maknahidup tidak didapatkan dari penderitaan yang dialaminya.


Apabila ini terjadi dan tanpa soslusi yang tepat maka penyiksaan diri yang akan dilakukan semisal bisa saja mengkonsumsi narkoba bahkan bunuh diri.Hal ini dikuatkan lagi oleh merekayang menderita dan tidak berusaha mencari jalan keluar bahwa apa yang rejadi pada dirinya adalah nasib yang tidak bepihak padanya dan akhirnya pasrah. Kepasrahan inilah yang membuat parapecinta yang merasakan derita  semakin menderita ( Jasper, hal 4 ).


Jasper menklasifikasikan dalam mengatasi nasib ada tiga, pertama pasrah ketika sesuatu terjadi pada sesorang tidak ada keingginan untuk keluar dan menyelesaikan. Kedua bertahanpada kondisis ini yang hanya bisa dilakukan oleh penderita adalah bertahan terhadap kondisi dan ketiga mengatasi, dimana solusi pasti ada dan orang-orang inilah yang nantinya bisa menemukanmakna hidup.


Dengan pendekatan psikologi humanistik logoterapi, eksistesi dan fenomenologi berdasarkan keahlihan Stephani  seorang psikiater yang mencoba menjawab permasalan yang dihadapipara pecinta yang mengalami derita. Sehingga bisa terbebaskan dari derita yang mengganggu mental, fisik dan jiwa para  pecinta yang mengalami derita.


Pertama dibahas adalah mendifinisikan proses pembentukan cinta. Cinta itu memberi dan bukan menerima ( Erich Fromm, hal 23 ). Dalam hal ini cinta adalah kekuatan aktif dalam dirimanusia yang menyatukan dengan manusia lain sehingga kemungkinan untuk mengurangi perasaan keterasingan dan kesepian seseorang. Cinta  dikatakan aktif didalamnya membentuk dengan sendirinya, dan ada empat factor pembentuknya pertama; perhatian artinya memberikan perhatian aktif terhadap kehidupan danperkembangan orang yang kita cintai, kedua;  tanggung jawab diartikan suatu tindakan yang dilakukan secara sukarela berupa respon terhadap kebutuhan yang diekpresikan ataupun tidak dari orangyang kita cintai, ketiga;  sikap menghormati yaitu kemampauan melihat orang yang kita cintai sebagaimana adanya, menyadari dan meneriman keberadaan dirinya yang unik, terakhir: pengetahuaanadalah seberapa kita mengetahui tentang orang yang kita cintai yang diperoleh dengan mentarnsedensikan perhatiaan kita dari diri sendiri kepada orang yang kita cintai dan melihat dari sudutpandangnya.  
          
Dari kempat factor itulah cinta dibentuk yang nantinya bisa didapatkan cinta  seutuhnya. Sehingga penderitaan tidak terjadi pada pecinta karena sudah memenuhi factor pembentukan cinta. Danitulah hakikat cinta sehingga tidak memandang selalu subyektif dan berfikir berlebihan tentang cinta.


Kedua adalah mencari makna hidup dalam penderitaan. Perlu diketahuai bahwa hidup tidak akan bisa lepas dari apa yang dinamakan penderitaan. Akan tetapi yang terpenting adalah mencari makna hidupnya. Dimana kehidupan memiliki tanggung jawab yang diproyeksikan dan tanggung jawab dari diri sendiri.
            
Tanggung jawab yang diprosyeksikan ini dari apa yang memproyeksikannya dalam hidupnya nanti, diantaranya proyeksi yang diajarkan agama. Mengajarkan akan kehidupan kepada umatnya dan membarikan tujuan hidup nantinya akan mengarah kemana. Tanggung jawab dari diri sendiri inilah yang ditekankan pada pembahansan kali ini dimana tangggung jawab diri sendiri berasal dari kehendak bebas menusia. Yang mengisaratkan eksistensi manusia untuk bisa menenttukan pilihan pilihan yang dihadapi. Sehingga keterjebakan dalam penderitaan bisa diatasi.
            
Adapun prinsip perubahan sikap yang harus dilakukan adalah pertama mengabil jarak dari gejala-gejala yang menjadi penyebab rasa putus asa dan derita. Kedua mengubah sikap-sikap yang tidak menyehatkan. Ketiga menghilangkan perasaan putus asa dan negatif terhadap apa yang dialaminya dan yang terakhir mencari makna.
            
Dan yang terakhir inilah yang ditekankan untuk menggali makna hidup. Dan juga perlu disadari bahwa makna hidup dapat dicari dari perjumpaan dengan seseorang walaupaun disitu terkadang terdapat penderitaan yang bisa diambil maknanya. Sehingga hidup kita selau bermakna dan terus meningkatkan pendewasaan dalam bersikap dan hidaup bersosial.
            
Maka dapat disimpulkan bahwa buku ini sangat menarik sekali untuk dibaca sebagai pengetahuan akan pergumulan permasalahan kehidupan dan sebagai bahan refleksi bahwa penderitaan tidak selamanya tidak dapat dipecahkan dan cinta itu indah. Apa lagi diakhir lengkap dengan contoh dalam bentuk cerita nyata yang dihasilkan penulis dari investigasi yang dihadapi beberapa orang yang dikisahkan akan pengalaman penderitaan dalam percintaan dan bagaimana mendapatkan jalan keluar dari penderitaan tersebut.


Bahwa buku tipis ini sanggat membantu bagi para pecinta yang mengalami penderitaan dengan tanpa bantuan psikiater dengan menbaca buku ini tahap demi tahap sehingga dapat diterapkan untuk menerapi diri sendiri. Bagi pembaca yang lain untuk menambah pengetahuan didisiplin psikologi.

Selasa, 12 Juli 2011

Menunggu Sambil Membaca Sajak

Keheningan menghampiriku di perjamuan ruang tunggu. Aku terus berdiri dengan harap, kau datang membawa sepucuk senyum yang hilang dariku. Sebab lelah memandang masa lalu, tak juga mau pergi. Kenangan-kenangan pahit menyelinap dalam hari-hariku.
Dalam ruang tunggumu aku ibarat petani yang menanti musim panen tiba. Menunggu sambil memupuk bibit-bibit dan tunas-tunas muda yang ditanam di sawah-sawah, ladang-ladang atau perkebunan. Berharap esok ketika panen, hasil dapat melimpah ruah.
Menunggu kadang kala ketika menjumpai yang ditunggu harus melewati halang dan rintangan. Hal itu dialamai petani bila banjir datang, bila musim wereng dan tak dapat diusir, bila kebutuhan air kurang maka kegagalan panen akan menimpah dan pastinya petani dirundung susah.
Tetapi menunggu bagiku adalah keindahan. Karena di dalamnya aku bertemu dengan keresahan, kadang kala keputus asaan yang harus cepat aku hapus sebab aku tak mau putus asa. Jika waktu yang ditentukan usai maka akan menjadi kekesalan.
Yang aku tunggu ini adalah menunggu cinta yang aku tanam dalam diri gadis bermata lentik. Waktu pun tak ada batas kapan ia membawa bunga-bunga dari hatinya buatku.Dalam kondisi yang begini aku suka membaca sajak:
Ikutlah aku, aku berkata, dan tak seorang pun tahu
kemana, atau bagaimana kesakitanku berdeyutan,
tak ada anyelir atau kidung para pendayung untukku,
hanya secercah luka yang telah dibuka oleh cinta.
Aku berkata lagi: Ikutlah aku, seakan aku sedang sekarat,
dan tak seorang pun memandang rembulan yang berdarah di mulutku
atau darah yang bangkit dari kesunyian.
O kekasih, kini kita bisa melupakan bintang yang punya begitu banyak duri!
Karena itulah, saat aku mendengar suaramu berulang
Datanglah padaku, seolah engkau membiaskan lepas
lara, cinta, kegeraman anggur yang tersumbat tutup botolnya
air mancur panas turah dari kedalamannya dan menyembur:
di mulutku aku rasakan saripati api kembali,
dari darah dan anyelir, dari darah yang mendidih.
(Soneta VII,Ciuman Hujan, Pablo Neruda penyulih Tia Setiadi, penerbit Madah 2009 Yogyakarta)
Sajak di atas pas dengan aku yang sedang menunggu dan tak kunjung datang. Rasa kesakitan yang bergelora dalam keheningan karena berkali-kali mengajak tak juga terpenuhi harapan. Sekali terpenuh meletuplah keresahan akan gelisah harapan. Ah, membaca soneta Neruda di atas hatiku bergelora berharap cepat dapat menemui jawab atas tanya cinta.
Aku suka sekali Neruda, dengan bermainya luka dan dara dalam tubuh dibedah dijumputi letak letak sarang-sarang resah. Rembulan pun dijadikan tidak seindah orang kebanyakan pandang mata sebab harus dimasukkan ke mulut (apakah ini perasahaan orang jatuh cinta bisa jadi apa saja dilakukan untuk mempertahankan cintanya) begitupun bintang yang punya duri, ah bayangan-bayangan dalam sajak Neruda ini menjadikan perasaanku lebih bergelora menanti cinta dari si mata lentik.

Minggu, 01 Maret 2009

RBC DAN PERSOALAN BANGSA

Sore tepatnya tanggal 28 Februrai 2009, langit kota malang mendung dan akan turun hujan. Tetapi tidak membuat saya surut untuk pergi ke RBC (rumah baca cerdas) karena ada diskusi mingguan. Baru pertama kali ini saya datang sebab minggu-minggu sebelumnya ada kesibukan. Kebetulan pada sore itu yang menjadi pembicara adalah penggagas RBC (rumah baca cerdas) yakni Prof. Dr. Malik Fajar mantan mentri pendidikan.
Sesampai di RBC, teryata yang datang cukup banyak kurang lebih 50 orang yang berasal dari dosen-dosen perguruan Tinggi di Malang, Aktivis Mahasiwa, Aktivis Kepemudan, NGO, Maupun dari Partai politik.
Suasana santai dan khitmad dengan suguhan sederhana: kopi, teh, molen, dan seejenisnya. Pertama yang disampaikan oleh Malik Fajar adalah persolan dari mana perubahan bangsa.Bahwa perubahan bangsa dimulai dari hal-hal yang terkecil. Seperti forum ini. Lalu Dia menceritakan bagaimana pengalaman ketika dulu menghadiri forum-forum kecil dan berdiskusi tentang kebangsaan dan memberi solusi dari permasalahan yang sedang menghinggapi bangsa. Karena dari forum kecil-kecilan pembahasan kan menjadi focus dan terarah. Dan juga kita tidak boleh melupakan sejaran artinya perjalanan bangsa harus diketahui . Dulu bagaimana dan sekarang sampai dimana.
Tetapi bukan “mecagarkan” hal yang dulu lalu mengurungnya dan mengulang-ulang tetapi meneruskan sampai dimana lalu kekurangannya apa saja dari perjalanan bangsa ini. Hal tersebutlah yang nantinya akan membuat bangsa ini menjadi maju.
Kedua adalah persoalan polotik bangsa kita yang mengalami kemunduruan dibandingkan yang dulu dimana para politisi telah kehilangan modal sosial tetapi mengedepankan modal ekonomi. Hal tersebut dapat dilihat kurang percayadirinya calon-calon legeslatif untuk membuat perubahan dan ini dapat dibuktikkan dengan terpangpangnya wajah para calon legeslatif dengan tokoh-tokoh nasional yang telah terkenal atau kyai-kyai yang punya nama.
Selain itu para elit politik telah menghancurkan kepercayaan masyarakat dengan memainkan politik uang. Hal tersebut memanjakan masyarakat dan akan tidak rasional untuk memilih, maka siapa memiliki uang banyak yang akan menang. Tetapi bukan membuka kesadaran masyarakat dengan program-program pemberdayaan masyarakat yang nantinya akan meberdayakan masyarakat.
Dan juga pendidikan politik masyarakat yang jujur bukan membuat garis agar memilih dirinya karena menganggap dirinya atau partai politiknya paling baik. Padahal kerja kenegaraan tidak bisa dilakukan sendiri tetapi dengan orang lain yang memiliki kompetensi yang berbeda-beda atau partai politik lain yang memiliki program dengan sasaran berbeda.
Selain itu ketidak siapan masyarakat sekarang dengan teknis pemilihan mencontren khususnya pemilih yang berada pada masyrakat yang paling bawah atau orang-orang yang sudah manula. Hal tersebut dapat dilihat dari simulasi-simulasi yang dilakukan di masysrakat memiliki kegagalan kurang lebih 40 %.
Ketiga adalah masalah pendidikan dimana pendidikan di bangsa ini sudah berubah visi. Yang seharusnya adalah karakteristik building tetapi sekarang menjadi berorientasi pada uang. Dalam hal ini di contohkan dengan adanya sertifkasi dan para guru atau pendidik berbondong-bondong memburu sertifikat dengan cara instant. Buka dengan cara melalui proses yang benar-benar layak mendapat sertifikat. Dan juga Malik fajar menegaskan bahwa self sertifikasi itu lebih penting yang mengukur diri sendiri dan terus mengupgreat diri supaya dapat memberikan yang terbaik bagi generasi penerus bangsa.
Dan juga mencontohkan sekola juga seperti investasi modal ekonomi bukan investasi modal sosial dalam artian siapa yang sekolahnya faforit dan biayanya mahal akan memiliki kebanggaan. Selain itu di contohkan juga fakultas kedokteran maka nanti ketika menjadi dokter orang berobat harus juga dengan biaya mahal.
Demikian yang dapat saya rangkum dari hasil diskusi di RBC dengan sedikit mengurangi atau sedikit menambah pembahasan dengan bahasa saya sendiri dari hasil penagkapan telinga saya. Sebenarnya ada beberapa penanya tetapi tidak saya sebutkan atau mungkin sudah termaktub dalam pembahasan di atas.

Malang, 28 Februari 2009

TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

Tak kenal maka tak sayang, kalimat tersebut memang bukan sekedar manis di bibir. Hal ini saya alami: ketika suatu hari, saya akan membuat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Bermula dari Kepala Desa untuk meminta surat pengantar. Ketika surat keterangan dari desa sudah saya dapatkan, perjalanan saya lanjutkan ke kantor kecamatan. sesampai di kantor kecamatan, ada beberapa orang yang memiliki kepentingan sama dengan saya.
Satu, dua dan seterusnya mulai meninggalkan kantor kecamatan karena sudah jadi apa yang dia harapkan. Tetapi tidak hanya meninggalkan tempat sambil membawa kertas yang sudah dibubuhi tanda tangan serta stempel tanda sah, mereka juga meninggalkan uang. kalau saya lihat uang yang ditinggal dan masuk kekantong petugas jaga,tidak seberapa banyak. Beberapa lembar uang ribuan, mungkin sepuluh ribu kembali. Kalau dilihat dari raut wajahnya mereka sebenarnya tak mau meninggalkan uang tersebut, dikarenakan sudah terbiasa dan apabila tidak begitu maka petugas akan menegur.
Tiba giliran saya, kertas yang saya dapatkan dari Kepala Desa, saya sodorkan ke petugas untuk dibubuhi tanda tangan dan stempel. Hal tersebur sama dengan apa yang dilakukan orang-orang yang mendahului saya. Tetapi ada satu perbedaan yakni ketika tangan saya merogoh saku untuk mengeluarkan uang, tiba-tiba muncul kalimat dari petugas "bawah saja dan langsung ke Kantor Polisi".
Dalam hatiku bertanya-tanta "kenapa ya saya kok tidak dimintai uang". Unek-unek dalam hati saya bawa sampai Kantor Polisi Sektor kecamatan, hal ini pun sama untuk meminta keterangan bahwa saya tidak pernah terlibat kriminal. Sesampai di Kantor polisi, ada petugas dan langsung nerocos (bicara) "ada keperluan apa mas". Dengan sedikit agak bimbang, karena takut wajah penjaga seram saya menjawab "mau ngurus surat SKCK pak". Dengan cepat seperti anjing penjaga rumah mengonggong ketika ada orang asing datang "Langsung ke bagian kriminal mas". Kaki saya melangkah ke bagian kriminal dan menyodorkan surat yang sudah dibubuhi tanda tangan Pak Camat dan juga stempel tandah sah "ini Bu, saya mau minta SKCK". Tanpa basa-basi langsung diambil sambil memberi teguran "jangan pake' sandal jepit mas ya". Saya tidak peduli, lansung saya tempatkan tubuhku yang agak kecape'an di kursi tunggu.
Tiba-tiba ada dua orang cewek dan sepertinya keperluannya sama seperti saya. Mata saya tak bisa diam ketika ada cewek apalagi cantik. Tetapi ada yang berbeda dalam penyambutan yang dilakukan oleh petugas penjaga. Tampak senyum dan ramah bukan seperti anjing penjaga lagi. Kedua perempuan itupun masuk dan memasukkan berkas sama seperti saya ke petugas dalam ruang cacatan kriminal. Hampir setengah jam saya menunggu belum juga selesai. Rasa bosan agak terhibur sebab ada cewek cantik dua yang bisa dilihat tapi sayangnya tidak ada kesempatan untuk berkenalan sebab petugas yang menyambutnya masuk tadi mengajaknya berbincang-bincang.
Tak lama kemudian ada tiga orang masuk. Satu cewek, dua laki-laki, tanpa basa-basi langsung masuk keruangan yang sama dengan saya masuki. Lalu yang dua keluar dan yang dua duduk di samping saya. Pertanyaan muncul dari mulut saya "ngurus apa mas", jawabnya sedikit lambat "ngurus SKCK mas". Beberapa menit kemudian yang masuk kedalam ruangan catatan kriminal keluar dengan senyum-senyum kecil. Di ajaknya temannya "ayo! pulang sudah selesai. saya menjadi marah dalam hati mengerutu "saya yang datang duluan tidak diselesaikan lebih awal". Lalu dipanggilnya kedua perempuan yang sedang asik tertawa sama petugas yang jaga di depan. saya mengintip, mereka mengeluarkan uang untuk petugas yang ada di dalam ruangan kira-kira ribuan yang dihitungnya lebih awal jumlahnya sepuluh sebelum dikasihkan petugas. Lalu nama saya dipanggil, perasaan jenuh hilang senang sudah selesai. saya pun sama harus menyerahkan uang karena dimintak oleh petugas yang jaga.
Sambil perjalanan pulang saya teringat kejadian di Kantor Kecamatan dan saya hubungkan dengan kejadiaan di Kantor Polisi tadi. "kenapa ya kok bisa begitu" saya mencari jawabannya. Tiba-tiba ada kuncinya biar cepat dalam mendapatkan pelayanan petugas dan tidak bayar adalah harus kenal. Di kantor kecamatan rata-rata kenal saya semua, sebab rumah saya dekat dengan kantor kecamatan dan rata-rata kalau makan siang warung Ibu saya. Kalau sikap penjaga ke saya dan kedua perempuan tadi, ya wajarlah saya laki-laki petugasnya laki-laki dan mungkin biar kelihatan kalau gagah dan menakutkan, kalau sikap ke perempuan dengan senyum, ya sapa tau habis itu bisa di ajak makan bareng entah dimana. Sedangakan cepatnya selesai ketiga orang tersebut mungkin seperti saya diperlakukan dikacamatan.
Catatan: Kalau mau berurusan dengan petugas pemerintah harus kenalan dulu dan baik-baik pada mereka. Bagi kalian yang cowok kalau mau berurusan dengan polisi ajak ade' atau kaka' perempuan yang cantik kalau nggak punya teman juga boleh agar tidak bertemu anjing penjaga rumah.